La Tahzan, Innallaha Ma'ana

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 20 September 2018



Judul Buku         : ILMU KESEHATAN OLAHRAGA
Penulis               : H.Y.S. Giriwijoyo
                            Dr. Dikdik Zafar Sidik, M.Pd.
Penerbit             : PT REMAJA ROSDAKARYA
Tahun Terbit      : 2012
Tebal Halaman   : 451 halaman

Sinopsis Buku 

Kesibukan "duniawi" seringkali menyebabkan orang menjadi kurang gerak, disertai stres yang dapat mengundang berbagai penyakit non-infeksi. Khususnya orang yang tidak melakukan olahraga atau tidak menjalankan pola hidup sehat. Salah satu cara meningkatkan dan memeliahara derajat kesehatan adalah dengan melakukan olahraga kesehatan. Sehingga orang bukan saja sehat dikala diam (sehat statis) tetapi juga sehat serta mempunyai kemampuan gerak yang dapat mendukung aktivitas kehidupannya sehari-hari (sehat dinamis).

Buku ini menguraikan secara terperinci tata hubungan antara olahraga dengan kesehatan, cara melakukan olahraga untuk kesehatan, berapa berat olahraga harus dilakukan agar menjadi lebih sehat, dan permasalahan penting lainnya yang menyangkut kesehatan.


Kelebihan Buku

  • Menjelaskan secara detail materi yang dibahas
  • Kata atau kalimat yang mudah dipahami
  • Dilengkapi gambar sebagai penunjang materi
  • Pembahasan yang menarik
Kekurangan Buku

  • Buku kurang populer

Sumber Refrensi :


Sabtu, 15 September 2018

Oleh :      H.Y.S. Santosa Giriwijoyo
Lilis Kmariyah


                Olahraga Menyehatkan! Inilah ungkapan masyarakat. Artinya masyarakat meyakini benar manfaat olahraga bagi kesehatan. Bagaimana cara melakukan olahraga untuk kesehatan, dan berapa berat olahraga harus dilakukan agar orang menjadi lebih sehat. Dengan pengelolaan yang tepat, maka pengaruh olahraga bagi pemeliharaan dan pengembangan kesehatan jasmani, rohani dan sosial para pelakunya tidak pernah diragukan.
            Perlu diketahui bahwa pada awal abad 21, usia harapan hidup diperkirakan mencapai 70 tahun. Hal itu akan meningkatkan jumlah orang usia lanjut, yang diperkirakan pada tahun 20005 akan mencapai 19 juta orang atau 8,5% dari penduduk.

  •   Mengapa perlu Olahraga

Gerak adalah ciri kehidupan. Tiada hidup tanpa gerak dan apa guna hidup bila tak mampu bergerak. Memelihara gerak adalah mempertahankan hidup, meningkatkan kemampuan gerak adalah meningkatkan kualitas hidup. Oleh karena itu, “Bergeraklah untuk lebih hidup, jangan hanya bergerak karena masih hidup.”
Olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara gerak (yang berarti mempertahankan hidup) dan meningkatkan kemampuan gerak (yang berarti meningkatkan kualitas hidup). Seperti halnya makan, gerak (olahraga) merupakan kebutuhan hidup yang sifatnya terus menerus; artinya olahraga sebagai alat untuk memelihara dan membina kesehatan, tidak dapat ditinggalkan. Olahraga merupaka alat untuk merangsang perkembangan fungsional jasmani, rohani dan sosial. Struktur anatomis-antropometris dan fungsi biologisnya, stabilitas emosional dan kecerdasan intelektualnya, maupun kemampuannya bersosialisasi dengan lingkungannya nyata lebih unggul, khusunya pada generasi muda yang aktif mengikuti kegiatan olahraga dari pada yang tidak aktif mengikutinya. Beberapa penulis artikel olahraga juga meyakini bahwa hal demikian juga berlaku bagi para dewasa dan lanjut usia (lansia) yang aktif olahraga.

  •   Apakah Olahraga Bermudarat

Maha suci Allah yang telah menciptakan serba bepasangan segala sesuatu yang digelar-tumbuhkan di muka bumi, baik yang berupa tumbuhan-tumbuhan, diri mereka sendiri maupun apa-apa yang mereka tidak tahu (Q.S. Yasin:36)
Ayat diatas adalah jawaban bagi pertanyaan yang menjadi sub judul tersebut, dan perkataan olahraga dapat diganti dengan bermacam kata benda lain misalnya: Apakah pesawat terbang, mobil, bus, kapal, dan sebagainya; berbahaya? Tetapi apakah karena adanya aspek mudarat dari benda-benda tersebut , lalu benda-benda tersebut dilarang digunakan oleh manusia? Sama sekali tidak! Mengapa ? Karena mereka memahami dan meyakini akan manfaatnya olahraga. Ini merupakan penjelasan dari hukum allah yang telah menciptakan alam beserta isi dan segala permasalahannya secara serba berpasangan! Artinya apapun halnya selalu ada manfaat dan mudaratnya. Kematian mendadak bahkan pernah terjadi pada orang yang sedang shalat, orang yang sedang membaca koran, yang sedang tidur dan sebagainya. Kejadian diatas menunjukan kematian bisa terjadi dimana dan kapan saja. Kalaupun itu terjadi saat shalat maka tentu tidak dapat dikatakan bahwa orang itu mati karena shalat.



Sumber Referensi : Buku Ilmu Kesehatan Olahraga (Perpusatakan UNY)